Senin, 19 Juli 2010

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR

I. PENDAHULUAN
Guru adalah jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus. Untuk menjadi guru diperlukan syarat khusus, apalagi sebagai guru profesional. Seseorang yang ingin menjadi guru haruslah menguasai seluk beluk pendidikan dan pengajaran yang dipelajari dan dikuasai melalui proses pendidikan atau pra jabatan tertentu.
Pekerjaan “mengajar” adalah tugas utama seorang guru, yang menuntut penguasaan berbagai pengetahuan dan keterampilan, disamping penghayatan terhadap sikap, nilai dan wawasan yang relevan dengan tugas tersebut. Oleh karena itu, seorang guru hendaklah mengerti dan menguasai keterampilan dasar mengajar. Berdasarkan hal tersebut diatas penulis mencoba memaparkan apa yang disebut dengan “Keterampilan Dasar Mengajar”.
Pengertian keterampilan adalah kemampuan untuk menguasai suatu bidang atau masalah tertentu. Pengertian mengajar adalah proses penyampaian pengetahuan kepada peserta didik atau menyampaikan atau menulairkan pengetahuan dan pandangan. Jadi pengertian keterampilan mengajar adalah kemampuan dan penguasaan dalam menyampaikan atau menularkan pengetahuan kepada peserta didik.

II. JENIS-JENIS KETERAMPILAN MENGAJAR
Seorang guru professional telah mengikuti beberapa pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan dasar mengajar. Dalam keterampilan dasar mengajar tersebut ada 8 keterampilan yang dapat digunakan guru selama proses belajar mengajar yaitu: keterampilan bertanya, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.


1. Keterampilan Bertanya
Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir. Dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif.

Tujuan penggunaan keterampilan bertanya di dalam kelas adalah untuk :
- Untuk meningkatkan perhatian dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu topik
- Memfokuskan perhatian pada suatu konsep masalah tertentu
- Mengembangkan belajar secara aktif
- Menstimulasi siswa untuk bertanya pada diri sendiri ataupun pada orang lain
- Menstruktur suatu tugas sedemikian rupa, sehingga siswa akan belajar secara maksimal
- Mendiagnosis kesulitan belajar siswa
- Mengembangkan kemampuan berfikir siswa
- Memberi kesempatan siswa untuk mengasimilasi dan merefleksi informasi
- Memberi kesempatan siswa untuk belajar sendiri melalui diskusi
- Mengembangkan refleksi dan komentar siswa terhadap respon siswa lain maupun guru

Pertanyaan yang baik di bagi menjadi tiga jenis, yaitu :
- Pertanyaan menurut maksudnya, terdiri dari : pertanyaan permintaan (compliance question), pertanyaan retoris (rhetorical question), pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question) dan pertanyaan menggali (probing question).
- Pertanyaan menurut luas dan sempitnya sasaran, terdiri dari : pertanyaan sempit dan pertanyaan luas.
- Pertanyaan menurut Taksonomi Bloom, terdiri dari : pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowlagde question), pemahaman (conprehention question), pertanyaan penerapan (application question), pertanyaan sintetis ( synthesis question) dan pertanyaan evaluasi (evaluation question).

Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap yang baik pada waktu mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Dan harus menghindari kebiasaan seperti : menjawab pertanyaan sendiri, mengulang jawaban siswa, mengulang pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak, menentukan siswa yang harus menjawab sebelum bertanya dan mengajukan pertanyaan ganda. Dalam proses belajar mengajar setiap pertanyaan, baik berupa kalimat tanya atau suruhan yang menuntut respons siswa sehingga dapat menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, di masukkan dalam golongan pertanyaan.

Keterampilan bertanya dibedakan atas 2 bagian yaitu :
- Keterampilan bertanya dasar, yaitu keterampilan yang mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Komponen-komponen yang dimaksud adalah pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat, pemberian acuan, pemusatan, pemindah giliran, penyebaran, pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan.
- Keterampilan bertanya lanjut, yaitu keterampilan yang merupakan lanjutan dari keterampilan bertanya dasar yang lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa, memperbesar pertisipasi dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri. Keterampilan bertanya lanjut dibentuk diatas landasan penguasaan komponen-komponen bertanya dasar. Karena itu, semua komponen bertanya dasar masih dipakai dalam penerapan keterampilan bertanya lanjut. Adapun komponen-komponen bertanya lanjut itu adalah : pengubahan susunan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan, pengaturan urutan pertanyaan, penggunaan pertanyaan pelacak dan peningkatan terjadinya interaksi.

2. Keterampilan Memberi Penguatan
Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal ataupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.
Manfaat keterampilan penguatan bagi siswa untuk meningkatnya perhatian dalam belajar, membangkitkan dan memelihara perilaku, menumbuhkan rasa percaya diri, dan memelihara iklim belajar yang kondusif.

Tujuan penggunaan keterampilan memberi penguatan di dalam kelas adalah untuk :
- Meningkatkan perhatian siswa dan membantu siswa belajar bila pemberian penguatan digunakan secara selektif
- Memberi motivasi kepada siswa
- Dipakai untuk mengontrol atau mengubah tingkah laku siswa yang mengganggu, dan meningkatkan cara belajar yang produktif
- Mengembangkan kepercayaan diri siswa untuk mengatur diri sendiri dalam pengalaman belajar
- Mengarahkan terhadap pengembangan berfikir yang divergan (berbeda) dan pengambilan inisiatif yang bebas

Keterampilan memberikan penguatan terdiri dari beberapa komponen yang perlu dipahami dan dikuasai penggunaannya oleh mahasiswa calon guru agar dapat memberikan penguatan secara bijaksana dan sistematis. Komponen-komponen itu adalah :
- Penguatan verbal, diungkapkan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan dan sebagainya.
- Penguatan non-verbal, terdiri dari penguatan berupa mimik dan gerakan badan, penguatan dengan cara mendekati, penguatan dengan sentuhan (contact), penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, penguatan berupa simbol atau benda dan penguatan tak penuh.

Penggunaan penguatan secara efektif harus memperhatikan tiga hal, yaitu kehangatan dan efektifitas, kebermaknaan, dan menghindari penggunaan respons yang negatif.

3. Keterampilan Variasi
Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga, dalam situasi belajar mengajar, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, serta penuh partisipasi.
Tujuan penggunaan keterampilan variasi di dalam kelas adalah untuk :
- Meningkatkan dan memelihara perhatian anak didik terhadap relevansi proses belajar mengajar
- Memberi kesempatan berfungsinya motivasi dan rasa ingin tahu melalui eksplorasi dan penyelidikan terhadap situasi yang baru
- Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah melalui penyajian gaya mengajar yang bersemangat dan antusias, sehingga meningkatkan iklim belajar siswa
- Memberi pilihan dan fasilitas dalam belajar individual
- Mendorong anak didik untuk belajar dengan melibatkannya dalam berbagai pengalaman yang menarik pada berbagai tingkat kognitif

Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran, yang dapat dikelompokkan kedalam tiga kelompok atau komponen, yaitu :
- Variasi dalam cara mengajar guru, meliputi : penggunaan variasi suara (teacher voice), pemusatan perhatian siswa (focusing), kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement), gerakan badan mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru, dan pergantian posisi guru dalam kelas dan gerak guru ( teachers movement).
- Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran. Media dan alat pengajaran bila ditunjau dari indera yang digunakan dapat digolongkan ke dalam tiga bagian, yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba. Adapun variasi penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut : variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids), variasi alat atau bahan yang dapat didengar (auditif aids), variasi alat atau bahan yang dapat diraba (motorik), dan variasi alat atau bahan yang dapat didengar, dilihat dan diraba (audio visual aids).
- Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Pola interaksi guru dengan murid dalam kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya. Penggunaan variasi pola interaksi dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan.

4. Keterampilan Menjelaskan
Yang dimaksud dengan keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya.
Pentingnya penguasaan keterampilan menjelaskan bagi guru adalah dengan penguasaan ini memungkinkan guru dapat meningkatkan efektivitas penggunaan waktu dan penyajian penjelasannya, mengestimasi tingkat pemahaman siswa, membantu siswa memperluas cakrawala pengetahuannya, serta mengatasi kelangkaan buku sebagai sarana dan sumber belajar.

Tujuan penggunaan keterampilan menjelaskan di dalam kelas adalah untuk :
- Membimbing anak didik untuk mendapat dan memahami hukum, dalil, fakta, definisi, dan prinsip secara objektif, dan benar
- Melibatkan anak didik untuk berfikir memecahkan masalah atau pertanyaan
- Untuk mendapatkan balikan dari anak didik mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahpahaman mereka
- Membimbing anak didik untuk menghayati dan mendapat ptoses penalaran dan menggunakan bukti-bukti dalam pemecahan masalah

Secara garis besar komponen keterampilan menjelaskan terbagi dua, yaitu :
- Merencanakan, hal ini mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus, atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan.
- Penyajian suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan.

Penyajian penjelasan harus didasari beberapa prinsip-prinsip diantaranya yaitu :
- Adanya relevansi antara penjelasan dengan tujuan pembelajaran
- Sesuai dengan keperluan
- Mengingat latar belakang dan kemampuan siswa
- Diberikan secara spontan atau sesuai dengan rencana yang telah disiapkan
- isi penjelasan bermakna bagi siswa
5. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
Yang dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Sedangkan menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran atau kegiatan belajar mengajar.

Tujuan penggunaan keterampilan membuka dan menutup pelajaran di dalam kelas adalah untuk :
- Mendorong anak didik agar siap menghadapi tugas yang segera akan diterima, dengan cara menarik perhatian anak didik dan menimbulkan motivasi anak didik
- Menunjukkan pada anak didik batas-batas tugasnya dan tetap terus mengerjakan tugasnya bila diperlukan
- Menyarankan anak didik agar dapat menggunakan pendekatan dalam mempelajari bahan – bahan pelajaran
- Menunjukan pada anak didik hubungan antara aspek-aspek dalam topik yang sedang dipelajari
- Menghasilkan pengetahuan sehingga anak didik mengetahui hubungan antara yang telah diketahui atau dialami dengan yang dipelajari
- Anak didik mengetahui tingkat keberhasilannya dalam pelajaran yang sedang berlangsung

Komponen keterampilan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian siswa, menimbulkan motivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha, dan membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari. Komponen keterampilan menutup pelajaran meliputi: meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan, dan mengevaluasi.

6. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa.

Tujuan penggunaan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil di dalam kelas adalah untuk :
- Untuk memberikan pengalaman pendidikan bagi anak didik yang terlibat di dalamnya
- Saling memberi informasi
- Dapat mengeksplorasi gagasan
- Meningkatkan pemahaman baru terhadap hal-hal yang bermanfaat
- Dapat membantu menilai dan memecahkan masalah
- Mendorong pengembangan berfikir dan berkomunikasi secar efektif
- Meningkatkan keterlibatan anak didik dalam perencanaan
- Pengambilan keputusan

Komponen keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil mencakup:
- Memusatkan perhatian siswa
- Memperjelas pendapat siswa
- Menganalisis pandangan siswa
- Meningkatkan kontribusi siswa
- Mendistribusikan pandangan siswa
- Menutup diskusi.

Dalam penerapannya, guru harus memperhatikan hal-hal berikut:
- Harus ada kesamaan latar belakang pengetahuan di antara para anggota kelompok
- Semua anggota diskusi kelompok harus mampu mengemukakan pendapatnya secara lisan
- Topik yang dibahas harus bersifat terbuka untuk menampung banyak pendapat
- Diskusi harus berlangsung dalam suasana keterbukaan
- Pelaksanaan diskusi harus mengingat keunggulan dan kelemahan-kelemahannya,
- Diskusi memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang
- Guru harus mampu mencegah timbulnya hal-hal yang dapat menghambat jalannya diskusi
7. Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Tujuan penggunaan keterampilan mengelola kelas di dalam kelas adalah untuk :
- Mendorong anak didik mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri
- Membantu anak didik mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan
- Membangkitkan rasa tanggung jawab untuk melibatkan diri dalam tugas dan pada kegiatan yang diadakan

Dalam melaksanakan keterampilan mengelola kelas maka perlu diperhatikan komponen keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat prefentip) berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran, dan bersifat represif keterampilan yang berkaitan dengan respons guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.

Ada 6 prinsip yang perlu di pelajari dan dikuasai oleh guru dalam mengelola kelas pada setiap kali melakukan pembelajaran, meliputi:
- Guru harus hangat dan antusias mengajar, maksudnya guru harus mampu menunjukkan kepada peserta didik kesungguhan membelajarkan mereka, mampu menunjukkan keantusiasannya terhadap tugas, kegiatan-kegiatan dan juga terhadap peserta didik.
- Menghadapkan peserta didik pada tantangan, maksudnya guru harus berusaha menggunakan kata-kata, bahan-bahan, atau tindakan-tindakan yang dapat membuat peserta didik tertantang untuk berpikir secara kritis atau bergairah untuk belajar.
- Mengadakan variasi, maksudnya guru harus mengupayakan menerapkan dan atau menggunakan variasi-variasi tertentu selama proses pembelajaran berlangsung sehingga peserta didik bebas dari rasa kebosanan atau kekakuan dan kejenuhan.
- Luwes dalam bertindak, maksudnya guru harus memiliki kemampuan mengamati secara cermat jalannya proses pembelajaran termasuk kemungkinan terjadinya gangguan peserta didik.
- Penekanan kepada hal-hal yang positif, maksudnya guru selama kegiatan pembelajaran berlangsung harus berusaha menekankan hal-hal yang positif serta menghindari pemusatan perhatian peserta didik pada hal-hal yang sifatnya negatif.
- Penanaman disiplin diri, maksudnya guru harus mau dan mampu menunjukkan kepada peserta didik bahwa dirinya memang pantas dijadikan sebagai teladan dan atau contoh dalam mengembangkan pola tingkah laku yang sesuai dengan norma-norma kehidupan sosial, budaya yang dijunjung tinggi oleh lapisan masyarakatnya.

8. Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3 - 8 orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan siswa.

Tujuan penggunaan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan di dalam kelas adalah untuk :
- Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
- Keterampilam mengorganisasi
- Keterampilan membimbing dan membantu
- Keterampilan kurikulum

Komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan terdiri dari:
- Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi, yang ditampilkan dengan cara :
• Menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan dan perilaku siswa
• Mendengarkan dengan penuh rasa simpati gagasan yang dikemukakan siswa
• Merespon secara positif pendapat siswa
• Membangun hubungan berdasarkan rasa saling mempercayai
• Menunjukkan kesiapan untuk membantu
• Menunjukkan kesediaan untuk menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian
• Berusaha mengendalikan situasi agar siswa merasa aman, terbantu, dan mampu menemukan pemecahan masalah yang dihadapinya.
- Keterampilan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran, yang ditampilkan dengan cara :
• Memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas, dan cara mengerjakannya
• Memvariasikan kegiatan untuk mencegah timbulnya kebosanan siswa dalam belajar
• Membentuk kelompok yang tepat
• Mengkoordinasikan kegiatan
• Membagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan siswa
• Mengakhiri kegiatan dengan kulminasi.
- Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar, yang ditampilkan dengan cara:
• Memberi penguatan secara tepat
• Melaksanakan supervisi proses awal
• Melaksanakan supervisi proses lanjut
• Melaksanakan supervisi pemaduan.
- Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar, yang ditampilkan dengan cara :
• Membantu siswa menetapkan tujuan belajar
• Merancang kegiatan belajar
• Bertindak sebagai penasihat siswa
• Membantu siswa menilai kemajuan belajarnya sendiri.





III. KESIMPULAN
Jabatan guru dapat dikategorikan sebagai pekerjaan profesional. Seorang guru dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mampu menyatakan pada dirinya bahwa saya ini adalah seorang guru yang harus memberikan pelayanan kepada peserta didik. Sebagai seorang tenaga pengajar, guru juga harus memiliki gagasan-gagasan atau ide-ide yang baik untuk memberhasilkan peserta didiknya dalam mencapai tujuan pendidikannya. Oleh karena itu, berdasarkan penjelasan makalah keterampilan mengajar ini dapat disimpulkan bahwa seorang guru atau pendidik sebaiknya mengetahui proses keterampilan dasar mengajar dan mampu mengaplikasikannya kepada peserta didik pada saat proses belajar mengajar. Dimana 8 jenis keterampilan dasar mengajar itu adalah keterampilan bertanya, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Drs. Yasaratodo Wau, M.Pd, Tim Dosen Pengasuh Kemampuan Dasar Mengajar Program Akta Mengajar FIP-Unimed, 2003, Kemampuan Dasar Mengajar, Fakultas Ilmu Pendidikan UNIMED
2. http://www.kompasiana.com/tag/mengajar/
3. http://ariffadholi.blogspot.com/2009/10/4-kompetensi-guru-8-keterampilan-dasar.html
4. http://pustaka.ut.ac.id/website/index.php?option=com_content&view=article&id=40:akta8810-kemampuan-dasar-mengajar&catid=30:fkip&Itemid=75

Tidak ada komentar:

 
blog template by suckmylolly.com